GASOLINE (BAHAN BAKAR MOTOR BENSIN)



BAHAN BAKAR MOTOR BENSIN
(GASOLINE)
1.    DEFINISI
Gasoline adalah BBM yang banyak dibutuhkan, hampir 45% total produk minyak bumi diupayakan menjadi BBM ini. Produk ini kebanyakkan berasal dari proses sekunder karena disaratkan angka oktannya harus tinggi. BBM ini di Indonesia disebut Premium, Super dan atau benzole. Penggunaannya untuk kendaraan penumpang, motor dan pesawat terbang yang tidak bermesin jet.
Gasoline atau bensin meruakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan campuran kompleks hidrokarbon dari penyulingan minyak mentah untuk bahan bakar motor bensin. Bensin dan udara dibakar di ruang bakar untuk menghasilakn panas dan tekanan, yang dikonversikan menjadi gerak putar mesin. Hasil dari pembakaran adalah karbon dioksida dan air jika pembakaran sempurna serta semua bahan bakar dan udara digunakan pada proses pembakaran.
·         Bensin adalah kombinasi dari molekul hidrokarbon yang memiliki 5 sampai 12 atom karbon. Nama dari beberapa hidrokarbon tersebut berdasarkan dari nomor atom karbon :
Methane
Satu atom karbon
Ethane
Dua atom karbon
Propane
Tiga atom karbon
Butane
Empat atom karbon
Pentane
Lima atom karbon
Hexane
Enam atom karbon
Heptane
Tujuh atom karbon (digunakan untuk menguji nilai octane – menjadi nilai nol dari nilai octane).
Octane
Delapan atom karbon (jenis dari octane yang digunakan untuk basis nilai antiknock).

2.    BAHAN BAKU
Setelah minyak mentah disedot keluar dari tanah. Wujudnya bisa sangat encer dan jernih atau kental dan pekat. Satu barrel minyak mentah setara dengan 42 gallon, tidak seperti konversi yang biasa digunakan yakni 55 galon. Beberapa sebutan untuk jenis jenis minyak mentah antara lain :
·         Minyak mentah encer dengan nilai Amerika Petroleum Institute (API) yang tinggi disebut minyak mentah high-gravity.
·         Minyak mentah yang kental disebut minyak mentah low-gravity. Minyak mentah high-gravity mengandung lebih banyak bensin alami dan lebih rendah kandungan sulfur dan nitrogen yang membuat minyak mentah mudah untuk di olah.
·         Minyak mentah rendah sulfur disebut minyak mentah ˮmanisˮ.
·         Minyak mentah tinggi sulfur disebut minyak mentah ˮasamˮ.

3.    PENGOLAHAN
Refining atau pengolahan adalah kombinasi kompleks dari beberapa proses terpadu yang dapat mengurai minyak mentah menjadi produk produk yang berguna. Beberapa proses pengolahan yaitu : 

  1. Destilasi, yakni proses ˮmerebusˮ minyak mentah agar dapat menguap menjadi beberapa jenis bahan bakar sesuai dengan titik didih hidrokarbon masing masing bahan bakar, seperti propana dan butana yang memiliki titik didih yang rendah langsung menuju ke kolom teratas. Dan napthana, kerosin, dan bahan bakkar disel yang memiliki titik didih lebih tinggi berada di kolom yagn lebih rendah.
  2. Cracking, yakni proses merendahkan titik didih suatu hidrokarbon yang memiliki titik didih tinggi.
  3. Reforming, proses katalis untuk merubah struktur hydrocarbon ke bentuk yang lebih diinginkan (high octane).
  4. Alkylation, proses konversi dari hydrocarbon berupa molekul gas menjadi molekul yang lebih besar (liquid).
  5. Isomerization, konversi low-octane hydrocarbons menjadi high octane.
  6. Hydrotreating, proses penguraian katalis dari hydrogen di atmosfir
  7. Desulfurization. 
  • Penambahan octane rating bensin, dapat dilakukan dengan cara menambah aromatic hydrocarbon, alcohol, metalic compound. Propana dan butana juga sering digunakan untuk meningkatkan nilai oktan
  • Penambahan kadar oksigen bensin, dengan tujuan untuk mengurangi emisi berbahaya
      8. Blending, di lakukan untuk mencampur bensin dengan ethanol. Ada tiga cara untuk    melakukannya, in-line blending, sequential blending, dan splash blending.
       9. Reformulated Gasoline, adalah cara untuk menyempurnakan komposisi bensin agar menghasilkan emisi yang rendah. Ada 2 cara yang biasa dilakukan. Dengan mengurangi komponen yang memiliki titik didih yang rendah dan mengurangi komponen yang memiliki titik didih yang tinggi



4.    KARAKTERISTIK
·         Heating value, bensin dapat menghasilkan 130.000 BTU per galon
·         Reid vapor pressure (RVP), adalah nilai untuk tekanan uap bahan bakar pada suhu 38°C.
·         Seasonal Blending, untuk bensin yang di gunakan pada musim dingin harus mempunyai angka RVP 15 psi, sedangkan untuk musim panas Memiliki nilai RVP 10.5 psi.
·         Driveability index (DI), merupakan suhu minimum untuk suatu bahan baar dapat menguap. Untuk bensin berksar antara 1.000°F – 1.200°F. lebih rendah lebih baik.
·         Octane Rating, adalah nilai dari antiknock index. Ada 2 cara untuk menentukan nilai antiknock, dengan Research Octane Number (RON) dan Motor Octane Number (MON).

5.    APLIKASI
Untuk penggunaan bahan bakar bensin, ada beberapa cara yang dapat meningkatkan keuntungan menggunakan bahan bakar bensin, yakni :
1.       Isilah bahan bakar bensin di SPBU yang sibuk. Karena SPBU yang tidak sering mengisi ulang penyimpanannya akan mengurangi kualitas bahan bakar bensin yang di simpan terlalu lama.
2.       Isilah bahan bakar bensin ¾ dari kapasitas tanki bahan bakar.
3.       Jangan mengisi bahan dengan oktan yang tinggi di daerah dengan suhu yang rendah.
4.       Hindari bahan bakar bensin dengan kandungan alkohol di daerah dengan suhu yang tinggi.
5.       Jangan mengisi bahan bakar bensin ketika SPBU sedang di isi ulang.
6.       Jangan mengisi bahan bakar sampai penuh.
7.       Hati hati ketika mengisi bahan bakar.

6.    SPESIFIKASI BAHAN BAKAR GASOLINE (Premium)

Adalah bahan bakar jenis ditilat dengan warna kekuningan yang jernih dan mengandung timbale sebagai octane booster (TEL). Warna kuning pada premium ini diakibatkan oleh penambahan. Umumnya premium digunakan untuk bahan bakar motor bensin seperti mobil, sepeda motor dan motor temple. Bahan bakar ini sering juga disebut sebagai gasoline atau petrol dan tidak boleh digunakan pada kendaraan yang dilengkapi catalytic conventer. Bila bahan bakar yang mengandung timbal digunakan pada kendaraan yang dilengkapi dengan catalytic conventer, akan menyebabkan pori-pori katalis tertutup oleh bahan timbal ini dan menyebabkan hilangnya kemampuan katalitic conventer sebagai katalis konversi emisi pencemaran menjadi emisi yang bersahabat dengan lingkungan.

No
Sifat
Satuan
Batasan
Metode Test
Min
Max
ASTM
Lain
1.   
Angka Oktana Riset
RON
88

D 2699

2.   
Stabilitas Oksidasi (Periode Induksi)
Menit
240

D 525

3.   
Kandungan Sulfur
% m/m

0.2
D 1266

4.   
Kandungan Timbal (Pb)
Gr/Liter

0.3
D 5059

5.   
Kandungan Aromatik

Marketable
D1319

6.   
Distilasi :






10 % Vol Penguapan
50 % Vol Penguapan
90 % Vol Penguapan
Titik didih akhir
Residu
OC
OC
OC
OC
OC


77
74
125
180
205
2.0


7.   
Tekanan Uap Pada 37,8 OC
kPa

9.0
D323

8.   
Getah purwa
Mg/100 ml

4.0
D 381

9.     
Korosi bilah tembaga 3 jam/50 OC


No.1
D130

10.   
Uji Doctor


Negatif


11.   
Belerang Mercapatan
% m/m

0.002
D 3227
IP 30
12.   
Kandungan Senyawa Oksigenat
 % v/v

11


13.   
Warna

Kuning


14.   
Kandungan pewarna
Gr/100 liter
0.5


15.   
Intake valve sticking
Pass/fall
Pass


16.   
Combustion Chamber Deposits



140
D 6201


KETERANGAN UMUM
Penyesuaian dibenarkan dengan menambahkan volatility adjustment table
Spesifikasi ini sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Migas No. 108. K/72/DDJM/1997 tanggal 28 Agustus 1997

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL ESSAY JANGKA SORONG

PROSES SKRIPSIKU3!!!